Dinamisasi berita pada website pemerintah dengan pendekatan citizen journalism
9 Maret 2010
ummuyafi
Semangat pemerintah untuk membuat website saat ini sudah sangat bagus, hampir semua lini sudah ada. Namun sayang semangat tersebut baru sampai tahap pengadaan atau sebagai tujuan. Belum sampai ke tahap penggunaan website sebagai ‘enabler’. Sudah menjadi rahasia umum bahwa website pemerintah cenderung statis, beritanya ga up to date. Berita di up-date seminggu sekali, tentu saja ini belum sesuai dengan tuntutan dunia yang menginginkan segala sesuatunya secara real time.
Hal tersebut dikarenakan sistem pengupdate-an berita yang hanya mengandalkan dari pengelola saja, tanpa melibatkan pihak lain.
Di masyarakat saat ini telah berkembang sebuah jurnalisme yang mengandalkan kekuatan pembacanya dimana pembaca tidak hanya sebagai pembaca saja tetapi bisa juga berperan sebagai kontributor atau yang disebut citizen journalisme.
Citizen journalism atau disebut juga sebagai “partisipatory journalism”, yaitu aksi dari warga kota/negara yang memainkan peran aktif dalam proses pengumpulan, pelaporan, analisa, serta diseminasi berita dan informasi. Maksud dari partisipasi publik ini adalah untuk menghadirkan independensi, reliabilitas, akurasi, wide-ranging dan relevansi informasi yang ada dalam demokratisasi
(www.wikipedia.com)
Setiap orang mempunyai sifat dasar untuk selalu mencari tahu dan menceritakan atau berbagi tentang apa yang ia ketahui, inilah kebutuhan dasar tempat berawalnya citizen journalism.
Ada beberapa kategori citizen journalism salah satunya adalah yang dikemukakan oleh J. D. Lasica dalam Online Journalism Review (2003). Dikategorikan dalam enam tipe, yaitu: situs penyiaran radio; partisipasi audiens; situs web; situs media kolaboratif; bentuk lain dari media ‘tipis’; situs berita partisipatoris murni. Sumber: www.nichanghan2.multiply.com
Fungsi citizen journalism itu sendiri menurut Yenti dkk di Blogdetik (2008) menulis peran dan fungsi citizen journalism sama seperti peran dan fungsi jurnalistik pada umumnya, yaitu sebagai sumber informasi, hiburan, kontrol sosial, hingga agen perubahan. Dengan adanya citizen journalism jaringan informasi dan sumber informasi akan lebih luas. Bahkan citizen journalism sering menjadi sumber informasi penting untuk media mainstream. Sumber: www.ruangdosen.wordpress.com.
Untuk website pemerintah daerah dalam pelibatan masyarakat ini harus dibuat peraturan yang agak berbeda karena terkait dengan pencitraan pemerintah. Maka pemilihan tipe yang paling aman yaitu citizen journalism yang terkontrol, artinya website menerima kiriman berita dari pembaca tetapi tetap perlu adanya campur tangan pengelola dalam penyortirannya. Praktek teknisnya, pembaca dapat membuat user sendiri agar bisa mengirimkan berita, berita yang dikirimkan pembaca masuk ke folder tersendiri, tinggal nantinya pengelola memilih mana berita yang layak untuk ditampilkan.
Dengan bertambahnya sumber berita dan pemberitanya maka diharapkan dinamisasi berita dapat terwujud.
Entry Filed under: gov
Tinggalkan Balasan
Trackback this post | Subscribe to comments via RSS Feed